Jadi begini ...

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak mau menulis,
maka itu artinya aku memang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual ku ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Minggu, 17 Januari 2010

Profesor Sukirno Saad : Guruku yang sederhana itu sudah pergi ...



Jumat 8 Januari 2010, adalah malam yang tak kan pernah aku lupakan seumur hidupku. Malam yang membuatku shock, termenung dan tak putus berdoa sambil berurai air mata.

Pukul 19.30 Wib, tengah aku bersantai sambil membaca buku, tiba2 ponselku bergetar. Panggilan dari Ning Hardiawan, teman sekelasku semasa di SMA. Kuangkat dan kubalas salamnya dengan penuh ceria dan kerinduan. Namun suara yang kudengar bukan suara Ning yang biasanya penuh canda. Nadanya gugup, gagap dan terdengar seperti orang bingung. Dan sesaat kemudian, dg suara tersendat, dia mengabarkan berita yang sangat mengejutkanku, yang membuat kepalaku mendadak pening. Berita yang paling tak kuduga, dan paling tak ingin kudengar : Pak kirno, guru fisika kami semasa sekolah di SMA4 Bdg, telah tiada, meninggal dunia karena terkena serangan jantung ...

Innalillahi wa innailaihi roji'un ... Aku sampai blank, tak tahu mesti berkata apa. Dan pembicaraan terputus begitu saja, karena aku dan Ning sama - sama ada dalam keadaan galau, tak percaya ...

Seandainya Pak Kirno guru biasa, mungkin aku tak akan sampai terpukul seperti ini. Tapi Pak Kirno beda. Beliau guru yang luar biasa. Guru yang nyaris sempurna di mataku sebagai mantan siswanya.

Aku sudah mengenal Pak Kirno sejak aku berusia 12 tahun, dan duduk di kelas 6 SD. Beliau adalah teman kuliah kakakku, di departemen Fisika ITB. Seingatku, dulu beliau pernah beberapa kali main ke rumahku untuk belajar bersama kakakku itu, dan itulah saat Pak Kirno melihatku untuk pertama kalinya. Melihatku sebagai anak kecil yang gampang disuruh-suruh bikin kopi, beli somay ...

Beberapa tahun kemudian, aku kembali bertemu dengan beliau ketika aku sudah duduk di bangku SMA. Kali ini Pak kirno (yang dulu kupanggil Mas kirno) berdiri di depanku sebagai guru fisika yang berwibawa. Yang tampil berbeda dengan yang kutemui dulu. Pak Kirno yang ini tampil lebih formal, serius, dan tak banyak bicara. Kurang lebih dua tahun Pak kirno mengajar di kelasku. Dua tahun yang sangat berkesan ...

Pak kirno yang kulihat di bangku SMA, berbeda dg Mas Kirno yang kulihat ketika aku masih kecil dulu. Rasanya dulu Pak kirno nggak berkumis seperti itu. Namun tetap tinggi, kurus dan berpakaian berantakan. Pak Kirno memang tidak pernah tampil rapi. Kemeja apapun yang dikenakannya, pasti keluar - keluar dari pinggang celana panjangnya, tak pernah rapi seperti guru-guru lainnya. Namun Pak kirno memang dikaruniai wajah ganteng, sehingga seberantakan apapun penampilannya, tetap saja ganteng.

Anak-anak perempuan di kelasku dan di kelas-kelas yang beliau ajar, sering cekikikan sambil bisik-bisik membicarakan beliau. Membicarakan apa lagi kalau bukan kegantengan dan wajahnya yang baby face. Sesekali ada saja temanku yang bandel dan berani menggodanya, meski tidak terang-terangan. Tapi lucunya, Pak kirno tetap cool, dingin tanpa ekspresi, tak menanggapi sedikitpun godaan dari cewek-cewek centil itu. Namun demikian, samar - samar aku tetap bisa menangkap kegugupan di wajahnya, yang beliau sembunyikan dengan cepat-cepat menulis soal di papan tulis. Soal yang sulit, yang membuat si bandel penggoda langsung schaak maat !

Sebagai anak perempuan yang normal, tentu mataku bisa membedakan, mana cowok ganteng dan mana cowok yang berwajah remedial. Dan Pak Kirno, meski guru kami, dia termasuk cowok ganteng. Kan masih kuliah, di ITB, masih bujangan lagi. Namun jangan pernah mengira aku berani menggoda beliau. Menatap matanya saja aku tak berani. Aku nyaris tak pernah berbicara dengan beliau, kalau tidak ditanya, atau kalau kebetulan aku ketiban sial disuruh maju ke depan untuk mengerjakan soal-soal fisika. Dalam hal Pak Kirno, aku harus jaim abis. Masalahnya, Pak kirno kan teman kakakku. Jadi kalau aku macam-macam, pasti kakakku yang galak itu akan tahu. Lagi pula, kakakku sudah mewanti-wanti aku untuk tidak membuatnya malu dengan nilai-nilai fisikaku yang jelek. Ya sudah, lengkaplah penderitaanku ...

Mati-matian aku belajar fisika, agar nilaiku tak sampai kurang dari 6. Alhamdulillah, meski tidak pernah meraih nilai top seperti yang diraih Ning, nilaiku tidak pernah membuat malu kakakku (kakakku ini memang jail banget, dia suka mengecek nilaiku sehabis ulangan fisika,huh ! ). Namun sungguh, bukan karena ancaman kakakku, aku jadi melek fisika, namun karena faktor cara mengajar Pak Kirno yg sangat menarik : sederhana, menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, terstruktur, dan menggunakan soal-soal yang berjenjang sesuai dengan kemampuan siswa.Kadang dengan ilustrasi yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagiku, Fisika yang tadinya menyeramkan, menjadi pelajaran yang lumayan jinak.

Meski hanya sebentar beliau mengajar di SMAN4 bandung, namun dalam waktu singkat beliau berhasil meraih simpati ratusan murid - murid dan rekan guru. Pak kirno terkenal sebagai guru yang sangat pandai ( sejak sekolah di SMA ini pun - beliau adalah alumni SMA4 juga, angkatan 1979- beliau dikenal sebagai salah seorang murid yang berotak cemerlang ), berpenampilan sederhana dan apa adanya. Beliau memiliki hati yang sangat tulus dalam membantu siswa-siswanya, tak hanya di bidang akademik, namun sampai pada masalah pribadi. Tak sedikit masalah pribadi teman-temanku, dari yang ringan sampai yang pelik, selesai berkat tangan dingin beliau. Beliau sangat dekat dengan murid - muridnya. Laki-laki dan perempuan.

Selepas lulus SMA pada tahun 1985, aku tak pernah lagi mendengar kabar beliau. Kudengar beliau melanjutkan studinya ke London untuk meraih gelar Master dan PHd.
Hingga 24 tahun berlalu tanpa kabar berita, dan kehidupan kami sudah banyak berubah ...

Tahun 2009, tanpa sengaja aku menemukan kontak beliau di salah satu website ITB. Mulanya aku ragu, apakah ini benar Pak Kirno guruku ataukah bukan. Lalu kucoba-coba mengirim email kepadanya, sekedar menyapa dan menanyakan kabar beliau dan tak lupa aku memperkenalkan diriku, sebagai mantan siswanya di kelas 3B8. Semoga beliau tidak lupa padaku.

Beberapa waktu berlalu, dan aku sudah lupa tentang email itu. Hingga pada suatu sore, ketika aku membuka inbox ku, terselip diantara beberapa email yang masuk, nama SUKIRNO. Haaa ...!! Ini dia surat yang kutunggu. Cepat ku klik email itu, dan tak sabar kubaca. Singkat saja bunyinya : " waalaikumsalam wr wb, kabar baik Anni (hei ! Dia masih ingat nama panggilanku !). Kamu sekarang dimana ? ( Laaah ?? Aku dibilang kamu ? Aku kan sudah ibu-ibu, dia pikir aku masih anak SMA kali ya ?? ), nikah dengan siapa ? Anaknya berapa ? Terimakasih atas emailnya. Salam, Sukirno ". Sudah, hanya sesingkat itu. Dengan antusias, aku balas emailnya dengan mengetik sepanjang 2 halaman. Dia nggak tau aja, kalau sudah nulis aku nggak bisa berhenti. Aku bercerita tentang segala macam, dari nostalgia masa SMA, sampai kehidupanku sekarang. Dan besoknya beliau langsung membalas emailku dengan sebaris kalimat "alhamdulillah anni, semoga anni tetap bahagia dengan keluarga, dan ada dalam lindungan Nya, amin. Salam, Sukirno ". Hemh .. dua halaman dibalas satu kalimat ...sabaarr ..
tapi hari itu aku senang sekali, karena di email balasannya,beliau menyertakan foto beliau, lengkap dengan toga dan baju kebesaran yang keren ( aku rasa baju kebesaran anggota Majelis Wali Amanat ITB ). Wah, pangling sekali aku melihat foto beliau, sudah lebih tua dan lebih gemuk dengan uban di sana - sini. Aku merasa kangen sekali pada guruku ini.

Semenjak itu, kami jadi sering kontak, baik melalui SMS maupun lewat pembicaraan telfon. Bahkan beliaupun akhirnya bergabung dengan mailing list alumni SMA4 Bandung. Kian beragam saja kontak yang terjadi di antara kami. Jika dalam SMS dan pembicaraan di telfon aku sangat berhati-hati dalam bicara dan cenderung formal, maka di milis kami bisa lebih cair, bisa bercanda. Kadang aku lebih dulu memulai canda, dan beliau balas, dan direspon beramai-ramai oleh anggota milis yang lain. Lucu sekali. Akrab, penuh rasa kekeluargaan, mengesankan, dan semua pembicaraan berlangsung dalam koridor sopan santun orang dewasa yang bermartabat.

Dari milis inilah baru kuketahui sepak terjang Pak Kirno selama ini, semua prestasinya, semua kepeduliannya terhadap almamater, semua simpatinya terhadap siswa yatim, semua perhatiannya kepada mantan guru2 nya, semuanya aku ketahui melalui diskusi-diskusi di milis itu, dan kesemuanya itu menambah kekagumanku dan rasa hormatku kepada beliau.

Entah berapa banyak hartanya yang sudah beliau dermakan kepada sekolah kami, dan demi kelangsungan pendidikan siswa-siswa yatim dan dhuafa. Entah berapa juga yang sudah beliau infaqkan kepada para guru sepuh pensiunan yang membutuhkan biaya pengobatan karena berbagai penyakit. Secara pribadi beliau pernah mengatakan kepadaku, bahwa anak-anak dhuafa itu mengingatkannya pada masa mudanya yang penuh dengan keprihatinan sebagai anak yatim yang berasal dari keluarga dhuafa. Saking miskinnya, sampai-sampai beliau tidak berani menaksir teman perempuannya, dan tak berani menerima jika ada teman perempuan yang menaruh hati pada beliau. Kata beliau," Untung Allah memberi saya otak yang mudah menerima pelajaran, sehingga berkurang rasa minder saya ". padahal aku yakin, anak perempuan mana yang tidak akan jatuh cinta pada Ketua OSIS yang ganteng dan berotak briliyant itu. Masih menurut Pak kirno, untuk dapat menyelesaikan studinya, beliau mendapat beasiswa dari SMA4, dan untuk itu beliau merasa sangat berhutang budi ( yang hutang budinya beliau bayar hingga akhir hayatnya).

Berbicara tentang peranannya di masyarakat, beliau dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni SMA 4 Bandung, Ketua Komite SMAN 3 Bandung, Ketua Komite SMAN2 bandung, Sekretaris Majelis Wali Amanat ITB, dan kudengar bocoran, bahwa seusai pemilihan Rektor ITB kemarin yang beliau terlibat di dalamnya, pihak Institut bermaksud mendudukkannya sebagai Wakil Rektor. Belum lagi berbagai jabatan yang beliau pegang baik di lingkup nasional maupun di dunia internasional. Ini menunjukkan bahwa Pak Kirno adalah orang yang sangat berprestasi dan sangat terpercaya.

Sungguh tak ada habisnya kenanganku tentang beliau. Kenangan lucu, mengharukan, kenangan indah yang sampai kapanpun tak mungkin kan terhapus dalam ingatanku. Masih terngiang kepolosannya ketika mengirimkan SMS kepadaku, yang mengingatkan bahwa hari itu beliau berulang tahun dan aku tak mengingatnya manatah lagi memberi ucapan selamat. Ya Allah, buru-buru kutulis ucapan selamat ulang tahun di milis, sambil tak henti-hentinya aku tertawa-tawa geli mengingat kepolosan kata-katanya. Teringat juga kenangan mengharukan ketika dengan sabar beliau mendengarkan curhatku via telfon, ketika aku ditimpa masalah yang cukup pelik. Beliau menasihatiku, dan menghibur hatiku.

Tak kan kulupakan kenangan indah saat beliau mengirim SMS mengabarkan bahwa beliau sudah membuka account FB. Aku tersenyum geli, dan segera meng add nya, dan langsung beliau confirm. Hingga beberapa hari lamanya hanya satu orang, aku saja temannya, sampai aku mensuggest teman-teman untuk meng add beliau.

Tak kan kulupakan juga, hangatnya perasaanku, ketika beliau mengirimi sebingkai hati di wall ku, " the Strong Heart ". Ya Allah, Pak Kirno ingin aku memiliki hati yang kuat dan tegar dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Tak mungkin juga kulupakan betapa berbunganya hatiku, ketika beliau memberikan support agar aku tetap rajin menulis, tatkala memberikan komentarnya untuk Notesku tentang tahun baru. Ah Pak Kirno, terlalu indah semua itu untuk dilupakan begitu saja.
Kadang, secara bergurau ada saja temanku yang meledekku perihal kedekatanku dengan almarhum. Namun aku bergeming. Masalahnya, aku tahu persis bagaimana sikap Pak Kirno selama ini kepadaku. Sangat biasa, polos, lurus, lempeng ... sama sekali tidak menggambarkan bahwa beliau menyimpan perasaan selain perasaan biasa - biasa saja terhadapku. Sungguh, setidaknya itu yang aku rasakan dari cara beliau berbicara padaku di telfon, atau dari kalimat-kalimat yang beliau tuliskan di SMS. Totaly clean ...

Kepribadiannya yang hangat dan suka bercanda, memang membuat banyak orang menaruh rasa suka padanya, bahkan orang yang baru pertama kali bertemu. Beliau tidak pernah membeda-bedakan dengan siapa beliau berbicara. Semua dihadapi dengan penuh perhatian dan santun, sehingga setiap orang yang diajak berbicara merasa terhargai.

Pandangan-pandangan beliau sangat menjangkau jauh ke depan. Beliau adalah pekerja keras yang sangat bertanggung jawab, Ayah dan Suami yang penyayang ( beliau sering menceritakan kisah cintanya dengan istri tercinta - teh Yetty Sukirno yang berparas sangat cantik - dan betapa bangganya beliau kepada putra-putrinya). Pak Kirno meskipun sukses, tapi orangnya nggak sombong.

Alhamdulillah, sungguh beruntung dipenghujung usianya, aku sempat mengenal Pak kirno lebih dekat. Beliau benar-benar seorang yang sangat sederhana dengan jiwa yang besar, hati yang bersih, polos, lurus, dada yang lapang. Beliau juga orang yang sangat sholeh, sangat taat beribadah.

Kini sosok yang sangat kusayangi seperti kakakku sendiri dan kuhormati itu telah tiada. Allah yang menciptakannya, telah memanggilnya kembali pulang keharibaanNya. Allah sangat sayang kepada Pak Kirno melebihi rasa sayang keluarganya dan orang- orang di sekelilingnya. Allah ingin menjaga Pak Kirno agar tetap baik dan sholeh.

Selamat jalan Pak Kirno, selamat jalan guruku tercinta, kakak kebanggaanku, sahabat kami tersayang ... Semua nasihat - nasihatmu, semua ilmu yang bermanfaat, semua kesederhanaanmu, tak kan pernah kami lupakan sampai ajalpun menjelang kami. Semua kehidupanmu yang indah akan menjadi suri tauladan bagi kami dalam menghadapi kehidupan yang terkadang terjal dan berliku.

Pak Kirno, dari lubuk hati yang terdalam, kami ucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Hanya doa yang dapat kami panjatkan untuk membalas semua jasa yang telah kau berikan kepada kami. Selebihnya, hanya Allah yang akan membalasnya. Jazakallah ...

Goodbye,Sir !
Kami hanya belum dipanggil, kami hanya sedang mengantri, dan engkau telah mendahului kami. Kami akan sangat merindukanmu, kangen yang tak kan terjawab, kecuali dengan menghadirkan kembali sosokmu di hati dan kenangan kami.

Doa dan airmata kami mengiringi kepergianmu untuk selamanya, kepergian yang abadi, tak kan kembali. Hanya kesholehan dan amal ibadahmu yang akan abadi pula menyertaimu. Semoga Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, mengampuni semua kekhilafanmu, dan menempatkanmu di tempat yang terbaik di sisi Nya. Amin..

Salam hormat,
adik
( begitu akhir-akhir ini beliau memanggilku )

Kamis, 07 Januari 2010

video
video