Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Friday, February 22, 2013

Diperkosa Suami ?


Masih pagi kira-kira jam 10.00 an di ruang kuliah, kami sedang berkonsentrasi menyimak Profesor yang sedang memberikan kuliahnya. Sedang asyik-asyiknya mengagumi isi otak pak Profesor yang sudah sepuh itu, teman yang duduk pas di depanku di barisan agak belakang, tiba-tiba menoleh ke arahku. Aku bergeming. Dia menoleh lagi dan aku cuek lagi. Akhirnya dia memanggilku dengan berbisik, “bu anni … ssstt … bu anniii …”
Sebagai jawabannya aku angkat alisku, dan memandangnya dengan tatapan ” Apaan ??”.

Temanku itu mencodongkan tubuhnya ke arahku, dan berbisik dekat ke telingaku. ” Bu anni, tadi malem aku diperkosa sama suamikuu …” .
Hahh ?!!  astaga ! sumpah kaget banget.  Seolah ada aliran listrik yang tiba-tiba menyetrum tubuhku.  Gokil banget ni orang, ngomong kok nggak dipikir dulu. Sejenak aku celingak-celinguk, khawatir teman-teman yang lain ada yang mendengar omongannya yang lumayan tidak senonoh itu.
Ya begini inilah kalau punya teman yang berkepribadian agak slebor. Apa saja begitu enteng mengalir dari mulutnya, termasuk isi perut rumah tangganya. Dan herannya kenapa harus ngomong sama aku ? apes banget deh ah ….

Mendengar pengakuannya yang sekilas seperti orang sedang mengigau itu, aku langsung menempelkan telunjuk ke bibir, memberi isyarat agar dia diam, tak lagi melanjutkan pembicaraannya. Mungkin karena ekspresi wajahku terlihat serius dengan alis mata yang hampir bertaut, temanku itu langsung terdiam. Entah apa yang dipikirkannya. Apakah dia mengira aku kurang berkenan dengan pengakuannya, ataukah dia mengira aku lebih tertarik pada perkuliahan Pak Profesor, entahlah terserah dia saja. 

Ketika waktu rehat tiba, kami makan siang di kantin dekat kampus di Bogor. Aku cari temanku yang bandel itu. Nah itu dia, duduk sendirian di meja agak sudut, sedang asyik memainkan tablet yang dia letakkan di atas meja. Sedang menanti pesanan makanan kelihatannya. Dia menoleh ke arahku dan langsung berteriak memanggilku seraya tangannya menyeret lenganku untuk duduk satu meja dengannya. Belum lurus posisi dudukku, dia sudah membombardirku dengan kisah tentang pemerkosaan yang dialaminya tadi malam, yang pelakunya tak lain adalah suaminya sendiri. Mendengar ceritanya yang lumayan rinci, kepalaku jadi berdenyut pusing. Aku sendiri tidak yakin, apakah puyengku ini karena aku merasa lapar, ataukah karena efek dari ceritanya yang rada-rada erotis itu !  Ha ha …

Aku tidak akan menceritakan bagaimana detail kisahnya disini. Tapi kalau masih penasaran juga, nanti aku bisikin yah .. ^__^
Intinya, temanku si Sophie itu - berusia 35 tahun, ibu dua anak, dan berprofesi sebagai guru SMP, merasa mendapat perlakuan kasar dari suaminya ketika harus melakukan aktifitas hubungan suami istri. Sebagai seorang istri, Sophie merasa wajib melayani keinginan suaminya yang begitu mendesak, sementara apa daya saat itu fisiknya sangat letih dan kesehatannya agak terganggu. Aku tidak kenal dengan suaminya, sehingga aku tak dapat menyimpulkan secara sumir, bahwa suaminya adalah tipe laki-laki tak tahu diri yang memperlakukan istri seenak kemaluannya eh udelnya sendiri. 

Singkat cerita, sambil menyantap makan siangku, aku dengarkan saja curhat Sophie yang begitu menggebu ( serius,  aku agak heran juga sama orang ini, menceritakan perkosaan kok kaya orang yang sedang siaran pandangan mata pertandingan sepak bola Persib lawan Persija ! ck..ck ). Aku tak banyak berkomentar, hanya memberikan sedikit nasihat di akhir obrolan, agar dia memperbaiki komunikasi dengan suaminya. Karena dari ceritanya itu aku melihat ada komunikasi yang agak tersumbat antara Sophie dengan suaminya, sehingga terjadi peristiwa yang tak diinginkan ini.

****
Kasus perkosaan yang dilakukan suami ibarat fenomena gunung es ada di sekitar kita. Peristiwanya tentu sangat banyak, namun seberapa sering kita mendengar kasus perkosaan semacam ini diproses hingga ke meja hijau ? Tak seperti kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh bukan suami, perkosaan oleh Suami memang sangat jarang diadukan ke pihak berwajib, karena dianggap urusan interen rumah tangga. Disamping itu, ada perasaan enggan dan malu yang menghinggapi istri untuk mengadukan suaminya, karena khawatir malah dirinya yang justru akan dipersalahkan atas terjadinya kasus ini. 

Tak hanya rasa enggan saja sebetulnya yang membuat istri tidak melaporkan perkosaan suami. Yang utama adalah kesalahan mempersepsi ajaran agama tentang hak dan kewajiban suami istri. Tak mungkin pasangan suami -istriyang memahami ajaran agamanya (sebutlah agama Islam) sampai mengalami kasus seperti ini. Yang kedua adalah latar belakang budaya di kebanyakan daerah di negeri kita yang masih bercorak patriarkis, yang menempatkan perempuan di bawah hegemoni laki-laki dalam segala hal, tak peduli status sosial yang disandang istri, semisal status pendidikan, status pekerjaan, dll. Dan (herannya) di Indonesia masih banyak para istri yang sudah berstatus sosial lumayan tinggi seperti itu masih sangat patuh pada sistem ini. Sebaliknya, rendahnya tingkat pendidikan, kesulitan ekonomi dan miskin iman menjadi penyebab utama terjadinya perkosaan oleh suami yang tidak dilaporkan ke pihak kepolisian 

*****
Bertolak dari pengertian perkosaan, yaitu setiap hubungan seksual yang berlangsung tanpa persetujuan bersama, maka hubungan seksual yang hanya dikehendaki oleh suami sementara sang istri tidak menghendaki, sebenarnya termasuk perkosaan. Apalagi kalau disertai ancaman, misalnya akan dicerai, akan mencari wanita lain, bahkan sampai diperlakukan dengan kekerasan hingga menimbulkan penderitaan bagi sang istri.
Banyak istri mengeluh mengalami rasa sakit  pada alat vitalnya akibat hubungan seksual yang dipaksakan oleh suaminya, atau dengan kata lain diperkosa oleh suaminya. Pada dasarnya pengalaman mereka sama, yaitu mereka sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual karena sebab tertentu. Tetapi sang suami tetap memaksa sambil marah. Maka hubungan seksual berlangsung seperti dengan sebuah benda. Sang suami segera puas, tetapi sang istri kesakitan sampai berhari-hari.

Sebagian mereka sedang tidur nyenyak ketika dibangunkan oleh suaminya yang meminta melakukan hubungan seksual. Pada saat itu sang suami sudah siap ingin melakukannya, sementara sang istri masih dalam keadaan setengah sadar dan tidur yang lelap. Maka berlangsunglah hubungan seksual yang sangat menyiksa sang istri. Mudah dimengerti kalau sebagian sampai mengalami infeksi pada alat kelaminnya.
Sebagian lain memang tidak sedang tidur, tetapi sedang tidak ingin melakukan hubungan seksual setelah lelah bekerja seharian. Tetapi dengan terpaksa mereka melayani keinginan seksual suaminya kalau tidak ingin menjadi tumpahan kemarahan, sampai kekerasan fisik. Sebagian istri yang lain memang telah kehilangan gairah seksualnya sehingga merasa lebih senang bila tidak disentuh oleh suaminya. Tetapi sang suami tidak pernah mau mengerti, sehingga tetap saja menuntut melakukan hubungan seksual. (www.ceriwis.com/kesehatan/)

*****
Perkosaan adalah tindak kriminal. Dan tindak kriminal tetaplah tindak kriminal yang harus diproses secara hukum, tak peduli apakah perkosaan itu dilakukan oleh suami atau oleh orang lain yang bukan suami. Seorang perempuan harus berdaya atas keselamatan tubuh dan jiwanya. Oleh karenanya, segala bentuk kekerasan yang berpotensi mengarah pada ancaman keselamatan jiwa, harus dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Bukan untuk disiksa seperti itu tujuan kita membentuk rumah tangga. 

Suami dan istri adalah equal. Kita menikah berdasarkan kesepakatan atas dasar cinta dan saling percaya untuk saling menjaga, saling menghormati dan saling memelihara. Seorang suami bukan hanya memiliki hak, namun juga memiliki kewajiban (dan hak) untuk memperlakukan istrinya dengan penuh penghargaan dan kelembutan, bukannya merusak sampai sedemikan rupa hanya karena alasan suami berposisi sebagai pemimpin. Satu hal yang sering dilupakan Suami adalah, suami itu adalah imam (pemimpin) bukan penguasa. Dan tentu saja Pemimpin itu sungguh berbeda konotasinya dengan Penguasa

Dan bagi para Istri, mari pahami, dalami seluk beluk perasaan suami. Buat suasana sedemikian rupa agar tak perlu ada pemaksaan sekecil apapun dalam rumah tangga kita. Istri itu penguasa rumah. Boleh dibilang, suasana apapun yang ada di rumah kita, bagaikan di surga atau sebaliknya bagaikan di neraka, kitalah yang berperan besar dalam mewujudkannya. Di tangan kitalah segala suasana indah seharusnya tercipta. Sepakat ?
Selamat berkasih sayang ya, teman-teman …

 

Salam sayang,
Anni 

Ps : 1. Sophie itu nama samaran,  Anni itu nama sungguhan :)

        2. Setting : suasana perkuliahan Magister degree

        3. Buat yang berharap ada cerita mesum dewasa dalam tulisan ini, silahkan KECEWA

        4. Jangan mencari konten CABUL di blog saya. Just GO TO HELL you Porn Addicted People !

Thursday, February 21, 2013

Circle By Edie Brickell



Me, I'm a part of your circle of friends
And we notice you don't come around
Me, I think it all depends
On you touching ground with us.
But, I quit. I give up.
Nothing's good enough for anybody else
It seems.
And I quit. I give up.
Nothing's good enough for anybody else
It seems.

And being alone

Is the best way to be.
When I'm by myself it's
The best way to be.
When I'm all alone it's
The best way to be.
When I'm by myself
Nobody else can say goodbye.

Everything is temporary anyway.

When the streets are wet --
The color slip into the sky.
But I don't know why that means you and I are
- that means you and....
I quit -- I give up.
Nothin's good enough for anybody else it seems.
But I quit. I give up.
Nothing's good enough for anybody else it seems.

And being alone

Is the best way to be.
When I'm by myself it's
The best way to be.
When I'm all alone it's
The best way to be.
When I'm by myself
Nobody else can say...

Me, I'm a part of your circle of friends

And we notice you don't come around.
la la la la l ala 



salam sayang,

PN

Thursday, February 14, 2013

( Edisi Valentine ) Ditaksir Brondong ^__^


Tak ada hujan tak ada angin, tak ada petir tak ada gledek, tiba -tiba inbox yang bikin hatiku geer datang di siang hari itu. Siang hari yang seharusnya bikin bete, berubah menjadi indah dan berbunga-bunga, meski hanya sekejap saja.

Seusai mengajar aku rehat sejenak di meja kerjaku di kantor guru yang adem. Waktu sholat duhur masih setengah jam lagi, mau makan siang perut juga belum terlalu lapar. Akhirnya aku iseng membuka Kompasiana, blog keroyokan yang akhir-akhir ini aku tekuni kembali setelah 2 tahun ini akunku merana sebab aku telantarkan.

Tak disangka tak dinyana, di dashboard aku melihat ada notifikasi message yang masuk. Segera kuklik, kubaca, dan waaahh …. tiba-tiba aku jadi tersenyum-senyum sendiri. Ternyata itu datang dari anak muda yang mengaku katakanlah bernama Zaki. Di dalam pesannya, dia mengungkapkan ketertarikannya kepadaku. Dia mengungkapkan perasaan itu dengan to the point, alias tanpa basa-basi. Padahal kalimat ” tertarik/suka ” adalah ungkapan yang kadang tidak dapat diungkapkan sesederhana dan segamblang itu, apalagi kepada orang yang tidak dikenal sebelumnya.

Dan reaksiku yang pertama kali tentu adalah senang. Manusiawi saja kan,  orang seusiaku yang sudah punya anak gadis SMA masih ditaksir orang, sama brondong lagi. Namun sayang sekali, berhubung aku termasuk orang yang sudah tidak sudi lagi dirayu-rayu , maka reaksiku yang berikutnya adalah :

1. Mengklik profil si Zaki itu, dan berkesimpulan bahwa dia memang brondong berwajah ganteng dan imut. 


2. Si Zaki ini adalah tipikal cowok yang selalu mengupdate trend masa kini, yakni trend brondong jatuh cinta pada perempuan yang seusia dengan emaknya.

3. Si Zaki ini tipe cowok yang mudah  tertipu  profile picture,  dalam hal ini profile pictureku yang fotonya aku ambil 3 tahun lalu, jadi wajar kalau di foto itu aku kelihatan masih lebih muda. Sementara sekarang wajahku sudah jauh lebih ancur.

4. Zaki adalah tipe cowok yang berani berspekulasi dalam mencari katakanlah jodoh. Dia lihat, dia suka,dia tembak, dan dia bilang terserah. Terserah mau diterima ya syukur, nggak diterima ya nggak masalah. Nggak kenal ini ! 


5. Zaki sudah berjasa membuat suamiku ingat mengatakan bahwa aku memang cantik makanya ditaksir sama brondong. Coba kalau aku nggak ditaksir brondong, belum tentu di malam Valentine ini suamiku bilang aku cantik. Terimakasih ya Zak !

6. Terimakasih juga buat Zaki yang sudah sempat membunga-bungai hatiku mesti cuma 5 menit. Itu sangat berharga lho ! Semoga Zaki mendapatkan jodoh yang sesuai. Yang baik, cantik, solehah, pinter masak dan pintar mijit, aamiin …
Selamat berhari kasih sayang. Sebaiknya saling menyayangi itu tidak cuma tanggal 14 Februari, OK ? Tiap hari sajalah …

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Damai, salaman :) 




Salam sayang,
anni


Wednesday, February 13, 2013

You're Still the One by Shania Twain


Looks like we made it
Look how far we've come my baby
We mighta took the long way
We knew we'd get there someday

They said "I bet they'll never make it"
But just look at us holding on
We're still together still going strong

(You're still the one)
You're still the one I run to
The on that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

Ain't nothin' better
We beat the odds together
I'm glad we didn't listen
Look at what we would be missin'
They said "I bet they'll never make it"
But just look at us holdin' on
We're still together still goin' strong

(You're still the one)
You're still the one I run to
The one that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

(You're still the one)
You're still the one I run to
The one that I belong to
You're still the one I want for life
(You're still the one)
You're still the one I love
The only one I dream of
You're still the one I kiss good night

I'm so glad we made it
Look how far we've come my baby :)