Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Wednesday, December 26, 2012

Cantik Sih Cantik ! Tapi, Sumpe Loe ... !


Sumpe Loe apaan ??  bentar, sabaar … simak dulu dong ah ceritaku ini, okehh ?
Yuks ah maree …
*****
Ashar ini terasa lebih panas dari ashar biasanya. Debu beterbangan berputar di udara yang pengap oleh asap yang keluar dari knalpot ribuan kendaraan bermotor yang merayap memadati ruas kiri dan kanan jalan. Mana lapar,mana haus, mana cape lagi. Di suasana yang nelangsa seperti ini,  nikmat apalagi coba yang melebihi nikmat mendapat angkot dan kebagian tempat duduk bersebelahan dengan gadis cantik bening yang tersenyum manis di balik dandanannya yang catchy ? Ahh segarnyaa … Lupa deh semua kesuntukkan di hari ini, hilang semua bete di hati, lewat segala rasa lapar dan dahaga sesiang tadi ….

Posisi dudukpun ditegakkan agar terlihat lebih gagah, kemeja dirapikan biar terlihat elegan, rambut di sisir kilat dengan empat jari kanan, dan eit…jangan lupa, pasang wajah ramah dong, tersenyum dan menyiapkan pertanyaan atau jawaban cerdas  kalau-kalau ada kesempatan bertegur sapa dengan si Nona cantik …
5 menit, 7 menit, tak ada sesuatupun yang terjadi. Posisi dudukpun sudah agak tak nyaman lagi. Si gadis manis masih bungkam seribu bahasa, tak ada segarispun sinyal yang menunjukkan si dia siap membuka komunikasi meski  selintas anggukkan kecil. Okelah nggak masalah, biasa kan, gadis-gadis cakep memang suka jual mahal ! Kita lihat saja nanti …

Tapi, setelah beberapa lama, mulai terasa ada yang mengganggu. Kok rasanya angkot jurusan Stasiun Hall- Cimahi kali ini agak lain dari biasanya ya. Bukan soal lagu dangdut koplo yang diputar keras-keras lewat pengeras suara yang kotaknya didesain segede gaban - dan volumenya digeber sampai menggetarkan jendela kaca, bukan itu rasanya. Tapi … kok aroma angkot ini lain dari biasanya. Lazimnya kan bagian dalam angkot itu berbau bensin, campur bau asap, dan kadang diselingi bau apek jok penumpang, itu juga jarang sih. Kali ini baunya lebih menyengat. Ada kaya bau bawang mentah gitu lho, campur bau kecut, campur bau belenok (ini istilah dalam bahasa Sunda yang nggak bisa ditranslate), hadeuuh …  ! Ini sebenernya bau apaan sih ?? ampun dah, sampai mual gini ..

Lalu usut punya usut, ternyata sodara-sodara, itu bau yang aneh bin ajaib itu, berasal dari  badan si Neng geulis eta ! Beneran deh, lha wong, ketika penumpang bertambah banyak, dan si Neng terus menggeser duduknya sampai merapat ke tubuh si mahasiswa ganteng keponakanku itu, baunya semakin menyengat kok ! Alamak, pikir keponakanku, sumpe loe, cakep-cakep kok bau keteknya sampai cetar membahana  ….
Yah, langsung deh berasa illfeel, batal deh segala kecantikannya, hilang segala selera berkenalan apalagi naksir. Dan mendadak segala rasa gerah, cape, bete, lapar dan haus, serentak menyergap tanpa ampun lagi. Oalah, nassip nasip ! Cintapun layu sebelum berkembang. Apes banget …

Nah, itulah sekilas curhat keponakanku, anak cowok berwajah tampan, yang baru duduk di smester 3 salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung tentang pengalamannya bertemu dengan makhluk elok tapi (masyaallah!) berbau blenok tersebut … Hmmh …


Baiklah kalau begitu. Masalahnya sebetulnya sepele. Tentang seorang pemuda tampan yang bertemu dengan gadis cantik. Idealnya kan cerita akan berlanjut indah, dengan bumbu bunga cinta, kalau kemudian ada chemistry diantara keduanya. Lalu kisah pun berakhir bahagia. Namun kadang hidup ini memang tidak seperti persamaan garis linear, yang dapat diperkirakan akan seperti apa hasilnya dalam langkah kesekian. Alih-alih serba teratur dan mudah ditebak, hidup seringkali memiliki jiwa dan jalannya sendiri yang kadang sangat tak terduga.

Gadis cantik dengan bau ketiak  yang menyengat. Sungguh sebuah perpaduan yang mengganggu keseimbangan alam semesta, bukan ? Tapi itulah kenyataannya.
Alangkah banyaknya kita temui ketidak teraturan, ketidak seimbangan dalam kehidupan kita sehari-hari. Contohnya ya itu tadi.  orang yang aroma tubuhnya mengganggu kenyamanan syaraf penciuman kita. Dan sangat disayangkan banyak diantara pemilik aroma memualkan itu adalah orang-orang yang berpenampilan elok, baik raut wajah, maupun bentuk tubuh dan cara berdandannya. Sangat mengherankan, mengapa orang semenarik itu tidak aware dengan bau tubuhnya sendiri. Namun lebih mengherankan lagi, mengapa pasangan mereka tidak komplain dengan bau badan pasangannya ? Benarkah mereka merasa nyaman-nyaman saja ? Ataukah indera penciuman mereka telah berdaptasi sedemikian tinggi terhadap segala level bau busuk ? Atau adakah jawaban metafisis dibalik semua keanehan itu, semisal “kalau cinta sudah dihati, bau kaki sewangi aroma keshturi ” ? entahlah, hanya para pemabuk cinta yang dapat menjawab misteri ini.

Kalau menurut hemat saya sih, orang itu sebetulnya boleh saja berwajah biasa-biasa saja, alias tidak terlalu ganteng atau terlalu cantik. Juga tak harus berdandan sedemikian rupa agar menarik perhatian orang lain terutama perhatian lawan jenis. Orang itu yang penting, menarik. Artinya selain punya inner beauty, dia juga harus enak dipandang, alias rapi, bersih, dan membuat orang yang berada di dekatnya merasa nyaman. Nah, di dalam point kenyamanan inilah, terletak sebuah etika pergaulan yang berbunyi : dilarang menguarkan bau badan ! Karena bau badan yang tidak sedap akan mengganggu kenyamanan orang lain. Percayalah, secantik, seganteng, secerdas, sesukses apapun anda, nilai anda akan berkurang banyak, manakala tubuh anda mengeluarkan dan menyebarkan bau badan yang tidak sedap, baik bau yang berasal dari mulut, ketiak, (maaf) area genital, atau dari telapak dan jari kaki anda. Sayang sekali bukan ?

Aroma yang dikeluarkan tubuh manusia memang berbeda-beda tingkatan baunya. Penyebabnya dan cara mengatasinya punbermacam-macam pula. Kalau ingin tahu informasi selengkapnya, ya tinggal googling saja, beres. Yang terpenting justru kita sebagai pemilik tubuh ini. Kita harus memiliki sensitifitas tingkat tinggi terhadap segala rupa bau-bauan mencurigakan yang berasal dari dalam tubuh kita. Jika kita tidak memiliki kepekaan itu, mintalah bantuan pasangan, sahabat, teman, saudara, atau siapa saja orang yang anda percayai, untuk mengatakan yang sebenarnya tentang aroma tubuh anda. Setelah itu, jika mereka memang mengatakan bahwa bau tubuh anda tidak enak, segeralah atasi masalahnya, kalau perlu pergilah ke dokter untuk mengatasi gangguan tersebut secara medis.

Setiap orang memang seharusnya tidak mengganggu lingkungan dengan hal sekecil apapun, bahkan semisal dengan aroma tubuh yang tidak sedap. Namun demikian bukan berarti lantas kita harus tampil wangi sewangi-wanginya. Bukan begitu ! Aroma parfum yang terlampau wangipun, seringkali membuat orang yang ada di sekitar kitapun, terganggu lho !  Bisa bikin pusing sampai migren, sesak nafas akibat reaksi alergi yang berlebihan dan masih banyak lagi. Jangan sampai deh gara-gara kita, orang lain jadi menderita.
Kalau begitu, harus bagaimana dong aroma tubuh kita, agar orang lain merasa nyaman ? Well, saya bukan seorang ahli kecantikan, bukan pula seorang pakar kepribadian. Saya hanya seorang perempuan biasa yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan pendidik. Jadi saya akan menjawab berdasarkan pandangan saya dengan kapasitas saya tersebut. Mau tau jawabnnya ? Ayo.. Scroll sedikit lagi ke bawah …

Aroma tubuh yang membuat nyaman dan berkesan sopan adalah aroma yang segar, wanginya sekilas, membuat hidung betah berlama-lama menghirup aroma segar itu. Wangi segar ini sangat penting, agar kita tidak berkesan murahan dan bermaksud menggoda. Wangi segar ini dapat kita peroleh dari parfum atau deodorant beraroma mawar, orchid, gardenia, citrus, apel, melon, sandalwoods, dan sebagainya.

Nah bagaimana ? Sudahkah anda mencium aroma tubuh anda sendiri hari ini ? Kalau belum lakukan sekarang juga, lalu atasi problema anda. Apalagi jika profesi anda mengharuskan anda berada diantara banyak orang dan selalu berhubungan dengan banyak pihak. Percayalah, aroma tubuh yang segar menjadi salah satu prasyarat yang penting bagi kesuksesan anda.

Akhir kata, selamat menciumi aroma tubuh kita sendiri, dan aroma tubuh pasangan kita. Selamat saling mengendus yaa … He he …

Salam sayang,
Anni

sumber ilustrasi gambar :
www.ellaswork.blogspot.com
www.cbsnews.com