Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Monday, January 21, 2013

Ada Perempuan di Kamar Mandi


“ Biasaa … namanya juga perempuan. Di kamar mandi pasti lama ! “. “ Hmh … perempuan – perempuan itu, pada ngapain aja sih di kamar mandi kok sampai lama banget ?! “, begitulah kira- kira ungkapan kaum pria mengomentari lamanya durasi waktu yang dihabiskan kaum perempuan di dalam kamar mandi. Well, jadi sebetulnya ngapain aja sih para perempuan itu, kok sampai begitu betah berlama-lama di kamar mandi ? mau tahu jawabannya ?
Merawat diri ! itulah antara lain jawabannya. Iya, merawat diri. Kadang krimbat, kadang luluran, kadang krimbat sekalian luluran, kadang merawat wajah pakai aneka krim. 

Tapi ada lagi alasan lain, misalnya alasanku ini. Aku termasuk perempuan yang agak malas pergi ke salon. Bukan apa-apa sebetulnya. Aku cuma merasa tidak nyaman jika rambutku diuyek-uyek (apa ya terjemahan dari kata diuyek-uyek ? ) sama orang lain, meski orang lain itu adalah perempuan petugas salon yang berusaha mengcreambath, agar rambutku lebih indah dan sehat. Aku juga kurang suka jika wajahku dibejek-bejek (ini apaa lagi …) dilumuri dengan aneka krim kulit yang ajaib-ajaib dan konon katanya berkhasiat menyamarkan usiaku menjadi puluhan tahun lebih muda. Setelah itu si Mbak-Mbak petugas salon itu akan memaksa mengeluarkan komedo dari daguku. Ah bete, sakit tauu …! 

Atau enggak wajahku akan dipijit dengan semacam alat pijit dari listrik yang kalau menyentuh pipiku, akan menimbulkan efek kesetrum. Hadeehh, ampun kakaaa ….. !
Masih belum puas, lalu sekujur tubuhku diuleni ( halahh diulenii …) dan diolesi dengan krim-krim perawatan tubuh yang tak kalah menakjubkan, seperti krim lumpur tanah liat, krim rempah putri keraton Solo, krim madu susu, krim santan, krim teh hijau,krim cokelat, dll (bukannya semua madu – susu – cokelat itu sebaiknya dimakan saja yaa … ? ). Enggak banget deh ah …
Tapi itu kan kataku. Sementara kata yang lain sih sebaliknya, salon adalah tempat yang sangat tepat untuk memanjakan diri dan menghabiskan me time yang sangat ideal. Ya sutralah …

Jadi sebagai penggantinya, aku melakukan sendiri perawatan sekujur tubuhku di rumah saja. Biarpun tidak secanggih yang dilakukan di salon, tapi aku merasa lebih nyaman dan santai. Toh semua krim, tonic, dan apapun itu sangat mudah dibeli di swalayan-swalayan di mana saja. Aku melakukannya saat sedang santai, pas pulang kerja agak siangan misalnya, atau jika kebetulan hari libur. Asyik deh, sambil relax melulur tubuh, tangan, kaki dan paha, he he ... ^_^  

Sehari – hari sih aku lebih sering merawat diri dengan cara standar saja : mandi, keramas, gosok gigi, membersihkan muka, mencuci muka, berdandan sederhana dengan kosmetik yang tidak berlebihan, selesai. Yang penting bersih, wangi, dan nggak bikin sepet mata orang yang memandang kita. 

Selain merawat diri, kadang aku suka berlama-lama di kamar mandi karena alasan lain, yakni membersihkan kamar mandi. Iya, beneran deh. AKu bersihkan kamar mandi dengan seksama, mulai dari menyikat lantai, dinding, bak, kloset, mencuci dan menggosok tempat segala macam shampoo, sabun, sikat gigi, dll. Kadang aku harus melakukan sendiri, karena kadang aku merasa tidak puas dengan pekerjaan si Bibi asisten pekerjaan rumah tanggaku. Ah, PRT sekarang memang begitu, membersihkan kamar mandi aja nggak bener. Apa aku aja gitu yang gantiin pekerjaan dia jadi PRT ? eh tapi jangan deng, kasihan si Bibi kann …

Selebihnya aku sangat jarang berlama-lama di kamar mandi, karena jika begitu bisa-bisa aku akan sering terlambat masuk kerja ! ( lagi pula agamaku mengajari etika menggunakan kamar mandi, yakni dilarang berlama-lama menggunakan kamar mandi / toilet )
Nah itulah antara lain rahasia mengapa perempuan suka lama kalau di kamar mandi. Tapi itu belum semua lho. Masih ada alasan lain, misalnya ngobrol ngerumpi by phone, SMS an, BBM an, update status Facebook atau ngetweet, chatting di FB atau di mana saja, nonton sinetron Korea sampai tamat satu episode, dan masih banyak lagi alasannya. Ini sebetulnya rahasia lho, tapi apa bolah buat, kelihatannya ini sudah jadi rahasia umum, dan kaum laki-laki harus mengetahui alasannya, sehingga berhenti bertanya-tanya, dan menggantinya dengan beribu permakluman. 

Kamar mandi memang merupakan tempat yang spesial bagi beberapa kaum perempuan, disamping dapur, ruang tamu, dan tentu saja kamar tidur. Disanalah tempat kami mengekspresikan diri kami, demi kebahagiaan diri dan keluarga. Jadi tidak perlu heran, kalau di tempat – tempat itu, sentuhan perempuan lebih dominan. Betul apa bener ?


Salam sayang,
Anni


sumber gambar : www.4vks.com, www.stepbystep.com