Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Friday, April 19, 2013

Salah Tampang


Salah seorang muridku selalu bermasalah dalam pergaulannya. Tak ada satupun teman-temannya yang mau berkawan dekat dengannya, apalagi bersahabat. Menyapa saja agak sungkan. Padahal sepintas saya lihat tak ada yang salah dengan anak ini. Dia cukup baik, sopan, dan rajin belajar. Tapi entah mengapa dia kelihatan begitu  kesulitan untuk dapat berbaur dengan teman-temannya.

Lalu saya bertanya pada salah seorang teman sekelasnya, mengapa mereka tak mau berteman dengan anak itu, dan tahulah aku apa alasannya. Ternyata kesalahan anak itu adalah "Salah Tampang ". Ini adalah istilah yang lumayan populer di kalangan remaja. 
Ekspresi wajah adalah bahasa universal

Dalam pergaulan sosial, ekpresi wajah memiliki arti yang sangat penting. Ekpresi wajah atau air muka  adalah salah satu bentuk komunikasi non verbal yang mencerminkan suasana hati, merefleksikan pergulatan pikiran, dan dalam beberapa hal menunjukkan tingkat  kecerdasan kita. Bahkan ekspresi wajah  dapat menggambarkan sedikit banyak kepribadian kita.

Setiap manusia secara instinktif dibekali kemampuan untuk mengungkapkan segala perasaan yang terkandung di dalam hatinya. Tak ada yang mengajari kita cara tertawa dan tersenyum ketika bahagia, menangis ketika bersedih, mengernyit ketika merasakan tidak enak, meringis ketika merasa sakit, terbelalak ketika terkejut, dsb. Semuanya terjadi begitu saja secara alamiah. Semua orang dari segala bangsa akan secara refleks  menunjukkan ekpresi wajah yang sama manakala berada dalam situasi tersebut . Artinya, ekspresi wajah adalah bahasa yang universal. Tak terucap namun dapat dipahami.

Salah Tampang : Ekpresi wajah yang salah di tempat yang salah

Apa jadinya jika kita memasang ekspresi wajah yang salah di tempat dan di situasi yang tidak tepat ? akan fatal akibatnya. Akan banyak orang yang tersinggung dengan sikap kita karena merasa tidak dihargai

Sebagai contoh, ketika kita menghadiri undangan penikahan, tersenyumlah. Jangan cemberut. Karena orang lain terutama tuan rumah akan mengira kita tak suka dengan makanan yang disajikan, atau tidak suka dengan suasana hajatan.  Mereka tak akan bertanya apa yang sebenarnya sedang berkecamuk di hati kita yang baru saja mendapat SMS berisi kabar tak sedap misalnya. Mana mereka tahu. Yang mereka tahu, anda telah bersikap tidak menyenangkan dengan menunjukkan wajah masam di tempat kondangan, titik.

Atau, ketika anda melayat tetangga yang meninggal, maka kalau tidak bisa menangis,setidaknya tunjukkanlah wajah serius. Jangan senyam-senyum nggak jelas hanya gara-gara baru mendapat BBM dari gadis yang anda incar, misalnya. Mereka yang sedang ditimpa musibah tidak akan tahu dengan urusan anda. Yang mereka tahu, anda sudah cengengesan di tempat duka, seolah mensyukuri kepergian almarhum.Nggak sopan banget. Nah, sangat tidak enak bukan kalau kita dikira seperti itu ?

Kesalahan tampang yang Sering Terjadi

Intinya, salah tampang adalah kesalahan dalam menunjukkan mimik wajah di dalam sebuah situasi yang berlawanan  dengan ekspresi wajah yang ditampakkan. Dan inilah salah tampang yang terbanyak dilakukan :
1. Tidak tersenyum saat berpapasan dengan orang yang dikenal. Orang akan mengira kita sombong, padahal belum tentu kan ? Bisa jadi saat itu kita sedang fokus  memikirkan sesuatu sehingga teman yang lewat dihadapan kita itu tidak terlihat. Tapi teman itu tak kan mau tahu. Dia tahunya anda itu sombong, karena jangankan menegur, tersenyumpun tidak. Oleh karena itu cobalah untuk selalu mengamati keadaan di sekitar kita dimanapun kita berada.

2. Tidak tertawa ketika orang lain (yang seharusnya anda hormati)  melontarkan humor. Setidak lucu apapun humor yang dilontarkan,paksakan diri anda untuk tertawa !  tidak ada yang lebih menyakitkan dibanding melucu dan tidak ada yang tertawa. Periiih gila. Tertawalah, gratis ini. Kasihan kan, kalau humornya digaringin gitu aja.

3. Tidak menunjukkan roman bahagia ketika seseorang mengabarkan keberuntungannya kepada anda. Wajah anda lempeng saja kaya orang tak berperasaan, sok-sok bergaya cool gitu. Ayo ulurkan tangan anda, ucapkan selamat   dan senyum dong, meski hati anda sirik bukan main sama dia

4. Menunjukkan roman sinis di segala suasana. Saya masih ingat waktu SMP dulu, pernah berperan sebagai tokoh antagonis dalam  drama “ Ibu Tiri  hanya cinta kepada ayahku saja “, yang dipentaskan dalam acara kenaikan kelas . Saya diajari pelatih cara menunjukkan roman sinis di wajah saya. Begini nih caranya : tarik sebelah sudut bibir sedikit ke atas, membentuk sudut kira-kira 30 derajatlah. Lemparkan tatapan sayu, lalu tarik dagu 45 derajat ke atas. Nah begitu caranya.  Habis itu ngaca deh. Bagaimana ? sudah mirip Ibu Tirinya si Upik Abu belum ? kalau belum, coba berlatih sekali lagi , he he . Itu kata pelatih drama saya.  
Balik lagi ke larangan menunjukkan roman sinis, ketika seseorang memperkenalkan cowok barunya pada anda, sementara sebetulnya anda naksir berat sama cowok itu, jangan sekali-kali menunjukkan mimik sinis. Seharusnya anda mengangguk, bersikap ramah dan berikan senyum paling manis yang pernah anda lakukan.  Buat cowok itu merasa bodoh dan menyesal setengah mati tak menjadikan anda sebagai kekasihnya. Begitu baru benar.

5. Tak menunjukkan ekspresi terimakasih ketika seseorang menolong anda. Jika seseorang telah berbaik hati menolong anda, jangan pernah mengira bahwa perbuatan orang itu adalah sebuah kelaziman yang memang sudah seharusnya dilakukan. Belum tentu. Ucapkanlah terimakasih dengan tulus.  Bahkan kata-kata terimakasih itu tak akan ada artinya jika diucapkan dengan ekpresi wajah yang tak acuh. Orang yang telah menolong anda  akan mengira anda orang yang tak tahu berterimakasih dan bersumpah tak akan menolong anda lagi selama-lamanya. Rugi kan ?

6. Ekpresi sombong. Inilah ekspresi paling menyebalkan yang pernah ada di muka bumi ini. Orang sombong gampang terlihat dari ekspresi wajahnya yang khas : merespons orang yang sedang berbicara dengan membuang pandangan ke arah lain dengan tingkah tak sopan, atau sekalinya memandang, dia akan memutar-mutar bola matanya tanda bosan (menurut saya sih gaya seperti ini lebih menunjukkan kebebalan yang luar biasa ). Sering juga orang sombong menunjukkan perangainya itu dengan ekspresi wajah yang dingin, mengangkat sebelah alis matanya dengan enggan, dan banyak lagi ekpresi yang bikin sepet mata. Pokoknya bikin bete yang melihatnya.

7. Dan lain-lain. Silahkan dilengkapi sendiri-sendiri

Orang Indonesia sering salah tampang.

Disadari atau tidak, bangsa Indonesia hidup dalam kultur Timur yang sangat mementingkan keramah tamahan. Di satu sisi keramah tamahan ini merupakan sebuah karakter yang sangat baik, menyenangkan, dan membuat bangsa kita termasyhur di seluruh dunia sebagai bangsa yang mudah tersenyum dan bersikap terbuka.

Namun disisi lain, kebiasaan selalu memasang template senyum di wajah ini, membuat kita kerap terjebak dalam kondisi salah tampang. Sebagai contoh salah tampang yang khas Indonesia adalah, banyak diantara kita yang jika berbicara, selalu mengakhiri kalimatnya dengan derai tawa, padahal jelas-jelas tak ada pembicaraan yang lucu disana.  Sedang mengobrol tertawa, sedang menelfon tertawa, menjawab pertanyaan dosen tertawa. Padahal suasananya serius. Kan jadi aneh kalau begitu.

Saya juga pernah melihat di TV, seorang ibu menceritakan kepada reporter tentang musibah yang menimpanya. Namun alih-alih menangis dia malahan tertawa, mungkin dia bingung harus bersikap bagaimana. ibu ini rumahnya jelas-jelas  tenggelam oleh banjir dan hartanya ludes terendam air. Tapi aneh bin ajaib api dia menceritakan penderitaannya tersebut dengan penuh tawa, seolah yang dia alami adalah lelucon belaka. Kan jadi bingung orang yang mendengarnya. Ini si Ibu lagi sedih atau lagi ngerumpi ? bukan main ramahnya orang indonesia ini.

Pasanglah template wajah dengan benar

Sungguh tak nyaman dituduh yang bukan-bukan hanya karena kita salah menunjukkan ekspresi  wajah, padahal kita tak seperti yang dituduhkan. Namun sekali lagi, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik koreksi diri sendiri. Barangkali kesalahannya memang terletak pada diri kita.

Mulailah memasang ekspresi wajah dengan benar. Belajarlah berempati dengan situasi yang sedang terjadi di sekitar kita. Untuk itu, kita harus lebih banyak mengasah kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial kita. Juga kecerdasan interpersonal, dan kecerdasan budaya. Nah lho, ekpresi wajah yang sepintas hanya merupakan kodrat bawaan lahir ini, ternyata memiliki perspektif sosial yang sangat luas.

Orang yang dapat menunjukkan ekspresi wajahnya dengan benar, relatif akan mendapat banyak teman, karena berdekatan dengan orang seperti ini akan mendatangkan kenyamanan, rasa percaya diri, dan dihargai. Semoga bermanfaat ya
J



Salam sayang,
Anni