Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Monday, October 28, 2013

Setidak Perkasa Itukah Laki-laki Indonesia?

1382500243938533080

Saya sudah sampai dalam tahap gerah, dan lelah jiwa  melihat spanduk-spanduk  iklan obat kuat yang dipasang berjejeran dengan bebas merdeka di pinggir – pinggir jalan. Kemanapun kaki melangkah, selalu saja pandangan mata ini terbentur pada spanduk iklan yang didesain dengan warna norak, mencolok,  dihiasi kata-kata promosi yang bombastis namun sangat diragukan kebenarannya. Spanduk iklan yang saya maksud adalah iklan obat kuat dan penambah keperkasaan laki-laki.

Kalau kebetulan saya mudik ke Bandung, tak terhitung banyaknya iklan-iklan  yang menghiasi atau lebih tepatnya membuat rusak pemandangan yang seharusnya indah di sepanjang ruas jalan Sukabumi – Cianjur – Bandung. Spanduk-spanduk iklan itu, nyaris setali tiga uang dengan spanduk-spanduk dan baliho yang memampangkan foto kampanye para caleg dan calon kepala daerah. Saling bersaing dalam  berebut tempat strategis, bersaing dalam ukuran, dan bersaing merebut perhatian para pengguna jalan, dengan hasil yang sama : bikin mulas dan mual perut siapa saja yang memandangnya.

Simaklah salah satu bunyi iklan obat kuat yang spanduknya dipasang segede gaban pas di depan pasar :  “  Menumbuhkan bulu dengan cepat, menambah keperkasaan dan kepercayaan diri kaum pria, membuat istri bahagia, dan giat bekerja “. Nah, ajaib bukan ? apa coba hubungannya antar lebatnya bulu, dengan keperkasaan laki-laki, dengan kebahagiaan istri, dan rajin bekerja ? siapa bilang laki-laki yang lebih berbulu berarti lebih perkasa ? lalu apa hubungan antara bulu dengan kebahagiaan istri dan rajin bekerja ? siapa yang dimaksud rajin bekerja dalam spanduk ini ? suami, atau istri ? nggak jelas kan ?. 

Mitos Menyesatkan tentang Kekuatan Seksual Laki-laki

Membaca iklan-iklan yang terpampang di depan mata itu, kesan pertama yang timbul adalah, memangnya laki-laki  di Indonesia ini nggak ada kerjaan yang lebih penting dan nggak bisa focus kepada hal lain  selain urusan ranjang ya ?. Bagi laki-laki urusan ranjang memang penting, tapi bukan yang sangat utama. Urusan keperkasaan, urusan seksual, itu sudah banyak sekali dibahas, dan hampir seratus persen gangguan seksual laki- laki lebih banyak disebabkan faktor psikologis. Artinya, penyembuhan yang dibutuhkan bagi para pria penderita gangguan seksual adalah terapi kejiwaan, bukannya diobati dengan segala kuku Beruang, tangkur Buaya, telur Penyu, hati orang utan, empedu kobra, dll yang  hanya mempercepat kepunahan  spesies hewan langka dari  habitatnya, sementara belum tentu juga  membuat laki-laki jadi tambah perkasa. 

Masih menyimak dan merenungkan (dengan terpaksa) bunyi  iklan-iklan itu, saya jadi berpikir, masyarakat kita tampaknya masih tpercaya begitu saja, bahwa  laki-laki  yang perkasa di ranjang adalah laki-laki dengan ciri badan tinggi tegap, berbulu di sekujur tubuhnya ( kok  saya jadi teringat Kingkong yaa … ), dan memiliki alat vital panjang besar dan kekar seperti kemaluan kuda Sumbawa.  Kata orang ciri seperti itu hebat. Tapi kalau kata aku sih biasa aja. Semua kelebihan itu konon dimiliki para pria  yang berasal dari  wilayah- wilayah   Asia Barat, Asia Selatan, dan Timur Tengah. Apakah benar seperti itu, saya belum pernah melihat langsung dan belum pernah juga membaca  penelitian ilmiah yang membuktikan keabsahan hal tersebut. 

Tapi pakai akal sehat saja, kalau memang laki-laki perkasa itu harus berciri seperti yang disebutkan tadi, lantas bagaimana kita harus menjawab pertanyaan, bahwa laki-laki seperti pelawak Daus Mini yang berukuran tubuh (maaf) jauh dibawah ukuran tubuh laki-laki lainnyapun, dapat memiliki seorang bayi yang sehat ? bukankah itu berarti Daus pun dapat melakukan hak dan kewajibannya sebagai seorang laki-laki dan seorang suami ?. Nah, kalau Daus yang berukuran mini saja dapat berfungsi sebagai laki-laki normal dan menghasilkan keturunan, bagaimana pula dengan laki-laki lainnya yang dikaruniai tubuh yang normal dan sehat ? tentu akan sama perkasanya. Kan begitu logikanya.

Kasihan masyarakat kita yang dari waktu ke waktu selalu dijejali mitos-mitos yang tidak bertanggung jawab tentang kekuatan seksual , sementara pendidikan masyarakat kita masih banyak yang kurang. Akibatnya mereka tidak dapat mengcounter semua informasi yang mereka dapatkan, alias hanya dapat menelan mentah-mentah saja apa kata orang. Disuruh begini-begitu asal ada uang ya menurut saja, tanpa mengetahui dengan pasti apakah pengobatan yang dijalaninya itu aman ataukah tidak bagikesehatannya.

Pikirkan akibatnya jika iklan-iklan itu dibaca oleh anak-anak

Anak-anak jaman sekarang jelas jauh lebih cerdas dan kritis dari  generasi Ayah-Bundanya. Jika  dahulu misalnya  kita tak berani terlalu banyak bertanya tentang segala sesuatu apalagi hal-hal yang sifatnya sensitif semisal urusan hubungan seksual, maka jangan berharap anak-anak  jaman sekarang akan bersedia menutup mulut menghadapi rasa kepenasarannya.  Keponakan saya yang baru duduk di kelas 4  SD dengan suara kerasa dan nyaring membaca kalimat-kalimat promosi yang terpampang di pinggir jalan, saat mobil yang kami kendarai terjebak macet. MENGOBATI   LEMAH   SYAHWAT !!  MENAMBAH  KEPERKASAAN   PRIA !! , MENAMBAH    KEBAHAGIAAN    PASANGAN    SUAMI – ISTRI  !!  MENUMBUHKAN  BULU,  KUMIS,   DAN   RAMBUT   DENGAN   CEPAT !! dst … “
Sampai panas wajah dan kuping kami mendengarnya. Setelah itu, habislah ibunya diberondong pertanyaan tentang hal-hal yang memang sulit dijelaskan kepada anak seumuran itu. Memberikan sex education memang mudah. Tapi menjelaskan tentang lemah syahwat ?  menambah keperkasaan, bagaimana caranya ?

Namanya juga anak-anak. Cara berpikir mereka masih  polos dan lugas. Kalau ingin kuat minum saja obat yang ada di spanduk itu. Artinya kalau pingin menang berantem melawan geng yang sering membully nya, dia harus minum obat itu. Paling itu yang ada di pikiran anak-anak. Beruntung keponakan saya selalu didampingi ibunya yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga full, sehingga siap ditanyai dan menjawab pertanyaan apapun selama 24 jam. Namun bagaimana nasib anak-anak lainnya, yang Ayah –Ibu nya sibuk entah dimana ? akan bertanya pada siapa ? suster  dan PRT belum tentu mau dan bisa menjawab pertanyaan – pertanyaan musykil seperti itu. Kepada ibu guru ? belum tentu ibu guru jaman sekarang akan setelaten ibu di rumah, mengingat jumlah muridnya yang segambreng. Jangan salahkan jika akhirnya bocah-bocah cilik ini berlari kepada temannya, yang tidak menutup kemungkinan temannya itu akan menuntun kepada situs porno. Kalau sudah begini, habis sudah anak-anak kita. Jadi wajar  kalau makin hari makin marak  saja berita tentang kasus pemerkosaan yang dilakukan anak-anak dibawah umur.  Saya tidak mengatakan bahwa kasus pemerkosaan disebabkan iklan-iklan obat kuat itu, saya hanya mengatakan bahwa,  jika kita tidak berhati-hati eksesnya bisa saja sampai sejauh itu, bukan ?

Pemerintah harus mendukung dengan jalan membina dan memfasilitasi, lalu menertibkan

Kalau saya perhatikan, iklan-iklan tersebut menawarkan cara pengobatan berikut obat-obatan alternatif. Itu artinya semua produk itu ditujukan untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai penyakit atau gangguan, dengan cara pengobatan yang belum digunakan oleh kalangan medis atau oleh dunia kedokteran. Boleh dibilang sebagian besar cara pengobatan alternatif  itu berasal dari  berbagai daerah di seluruh pelosok di tanah air, juga dari  luar negeri seperti Cina, India,  Korea, Yaman, Arab, Mesir, dll. Cara pengobatan tersebut dipandang sebagai sesuatu yang baru, menawarkan pengobatan tanpa rasa sakit, tanpa operasi, dan lebih alami, tanpa melibatkan bahan-bahan kimia seperti yang lazim digunakan oleh dunia kedokteran moderen. Beberapa cara pengobatan alternatif  karena terbukti manjur untuk mengobati penyakit atau mengatasi gangguan, kemudian digunakan pula oleh kalangan medis, semisal pengobatan akupuntur. 

Harus diakui  bahwa beberapa pengobatan alternatif memang terbukti aman dan dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Obat-obatan tradisional  asli Indonesia sejak dulu memang sudah diakui kemanjurannya. Saya sendiripun sudah merasakan betapa nyamannya tubuh saya setelah menjalani pijat refleksi dengan alat  yang terbuat dari kayu dan  dibentuk seperti bidak catur,  juga rutin mengkonsumsi suplemen herbal asli Jawa  untuk kebugaran tubuh. Saya juga melihat beberapa teman yang sembuh dari  sakit punggung dan sakit kepala  hebat setelah beberapa kali menjalani pengobatan dengan cara bekam dan meminum ramu- ramuan herbal. Ibu saya punya hobi terapi dengan cara kedua kakinya digigiti ikan kecil-kecil, dan mengaku merasa nyaman sesudahnya. 

Kalau memang ada cara-cara pengobatan alternatif yang aman dan efektif untuk mengobati berbagai penyakit, dan itu berasal dari khasanah budaya Nusantara, maka sudah sewajarnya  jika pemerintah mendukung para pelaku bisnis pengobatan alternatif tradisional tersebut secara komprehensif, seperti yang telah lebih dahulu dilakukan terhadap pengusaha jamu Jago, Air Mancur, Sidomuncul, dll, sehingga produk jamu yang asli Indonesia tersebut berhasil merambah pasaran luar negeri.

Dukungan yang dimaksud dapat berupa bantuan penelitian klinis tentang keamanan bahan-bahan obat yang digunakan, agar  aman bagi manusia dan lingkungan.   Kemudian dukungan berupa pembinaan dan pelatihan manajemen, agar pengobatan aternatif dapat lebih tampil modern dan tidak terkesan murahan (meski ada beberapa pengobatan alternatif yang biaya pengobatannya berkali lipat dari pengobatan di Rumah Sakit ), atau bisa juga bantuan berupa  kemudahan pemberian pinjaman modal, atau fasilitas promosi, sehingga para pelaku bisnis ini dapat memperkenalkan produknya dengan efektif, tepat sasaran, serta menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat, dan masih banyak lagi dukungan yang dapat dilakukan oleh pemerintah sebab tidak tertutup kemungkinan perputaran bisnis ini melibatkan omzet milyaran rupiah.

Akan sangat elok jika pemerintah mendahulukan pengusaha Indonesia yang memproduksi obat-obatan tradisonal asli Indonesia dan mempraktekkan pengobatan yang juga asli Indonesia. Jangan sampai karena faktor permodalan, pengusaha obat-obtana dan pengobatan tradisional Indonesia terdesak oleh pengusaha yang menjual produk asing. Sebab bukankah semua obat-obatan dan pengobatan tradisional tersebut adalah bagian dari budaya luhur bangsa kita yang harus dilestarikan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas ? . Sangat disayangkan jika karena kelalaian pemerintah dan ketidak percayaan masyarakat, membuat kekayaan budaya bangsa itu diklaim  oleh negeri jiran.

Jika semua upaya telah dilakukan, maka barulah dilakukan upaya  penertiban terhadap pengobatan-pengobatan alternatif yang masih ilegal, termasuk menertibkan spanduk promosi yang sangat mengganggu keindahan pemandangan kota. Jangan lupa untuk selalu mendahulukan kepentingan rakyat banyak. Mendahulukan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan rakyat  terutama anak-anak yang masih dibawah umur, adalah tugas pemerintah yang utama. Jika tugas utama itu tidak dipenuhi, maka boleh dibilang pemerintah kita sudah gagal dalam menjalankan kekuasaannya. Jangan dikira hanya masalah politik saja yang dapat membuat negeri ini dapat tetap berjalan.  Kepercayaan dan kesejahteraan rakyat, itu yang paling penting !

Salam sayang,

anni