Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Thursday, February 14, 2013

( Edisi Valentine ) Ditaksir Brondong ^__^


Tak ada hujan tak ada angin, tak ada petir tak ada gledek, tiba -tiba inbox yang bikin hatiku geer datang di siang hari itu. Siang hari yang seharusnya bikin bete, berubah menjadi indah dan berbunga-bunga, meski hanya sekejap saja.

Seusai mengajar aku rehat sejenak di meja kerjaku di kantor guru yang adem. Waktu sholat duhur masih setengah jam lagi, mau makan siang perut juga belum terlalu lapar. Akhirnya aku iseng membuka Kompasiana, blog keroyokan yang akhir-akhir ini aku tekuni kembali setelah 2 tahun ini akunku merana sebab aku telantarkan.

Tak disangka tak dinyana, di dashboard aku melihat ada notifikasi message yang masuk. Segera kuklik, kubaca, dan waaahh …. tiba-tiba aku jadi tersenyum-senyum sendiri. Ternyata itu datang dari anak muda yang mengaku katakanlah bernama Zaki. Di dalam pesannya, dia mengungkapkan ketertarikannya kepadaku. Dia mengungkapkan perasaan itu dengan to the point, alias tanpa basa-basi. Padahal kalimat ” tertarik/suka ” adalah ungkapan yang kadang tidak dapat diungkapkan sesederhana dan segamblang itu, apalagi kepada orang yang tidak dikenal sebelumnya.

Dan reaksiku yang pertama kali tentu adalah senang. Manusiawi saja kan,  orang seusiaku yang sudah punya anak gadis SMA masih ditaksir orang, sama brondong lagi. Namun sayang sekali, berhubung aku termasuk orang yang sudah tidak sudi lagi dirayu-rayu , maka reaksiku yang berikutnya adalah :

1. Mengklik profil si Zaki itu, dan berkesimpulan bahwa dia memang brondong berwajah ganteng dan imut. 


2. Si Zaki ini adalah tipikal cowok yang selalu mengupdate trend masa kini, yakni trend brondong jatuh cinta pada perempuan yang seusia dengan emaknya.

3. Si Zaki ini tipe cowok yang mudah  tertipu  profile picture,  dalam hal ini profile pictureku yang fotonya aku ambil 3 tahun lalu, jadi wajar kalau di foto itu aku kelihatan masih lebih muda. Sementara sekarang wajahku sudah jauh lebih ancur.

4. Zaki adalah tipe cowok yang berani berspekulasi dalam mencari katakanlah jodoh. Dia lihat, dia suka,dia tembak, dan dia bilang terserah. Terserah mau diterima ya syukur, nggak diterima ya nggak masalah. Nggak kenal ini ! 


5. Zaki sudah berjasa membuat suamiku ingat mengatakan bahwa aku memang cantik makanya ditaksir sama brondong. Coba kalau aku nggak ditaksir brondong, belum tentu di malam Valentine ini suamiku bilang aku cantik. Terimakasih ya Zak !

6. Terimakasih juga buat Zaki yang sudah sempat membunga-bungai hatiku mesti cuma 5 menit. Itu sangat berharga lho ! Semoga Zaki mendapatkan jodoh yang sesuai. Yang baik, cantik, solehah, pinter masak dan pintar mijit, aamiin …
Selamat berhari kasih sayang. Sebaiknya saling menyayangi itu tidak cuma tanggal 14 Februari, OK ? Tiap hari sajalah …

Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Damai, salaman :) 




Salam sayang,
anni