Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Friday, February 8, 2013

Tidak Menikah Kok Punya Anak ?


Penggemar Orang Ganteng


Putriku mengakunya penggemar Barca. Dia selalu update berita-berita tentang Barca. Semua sepak terjang para bintangnya, baik di dalam ataupun di luar lapangan dia tahu. Tak hanya itu,sebagai seorang yang mengaku Barcelonistas sejati, putri abegeku itu sampai merasa harus memiliki jersey kesebelasan Barca yang dia beli dari uang tabungannya secara on line seharga 650 ribu. (sewaktu aku menegur dia karena menghamburkan uang untuk hal-hal yang nggak penting, dia malah bilang,” ibu tau nggak, Barca itu sudah mengalihkan dunia aku ? ) hadeh ampunn …
 
Namun demikian kalau aku perhatikan, bukan hanya berita tentang Messi, Pique, Fabregas, atau Puyol saja yang dia update, tapi berita-berita tentang Ronaldo, Kaka, Van Persie, dll yang tidak ada hubungannya dengan Barcapun dia konsumsi dengan lahapnya. Aku sering melihat dia sedang asyik memelototi foto-foto sederet bintang sepak bola yang kesemuanya berwajah super ganteng, yang dia ambil dari google images.

Kalau aku bilang, ” Menurut ibu, kamu tuh sebetulnya bukan penggemar Barca, tapi penggemar orang ganteng “, dia menjawab ” iya sih, tapi cowok-cowok itu bakal tambah ganteng kalau mereka gabung ke Barca. Jadi Barca itu, bikin orang ganteng makin ganteng “.


Hmh … memang susah kalau berdebat sama abege jaman sekarang. Selalu tangkas menjawab dan selalu bersedia menjawab.


Menurutku, wajar saja anak perempuan suka sama orang ganteng. Itu artinya anakku normal. Lagi pula hobi mengikuti berita-berita tentang Barca atau pemain-pemain sepak bola ganteng dari televisi atau internet, toh bukan hobi yang mahal. Cukup sambil duduk santai di de pan TV atau buka komputer atau laptop di rumah sepulang sekolah. Bisa sambil lesehan, bisa sambil tengkurap, bisa sambil ngemil, yang penting anak senang. Namun demikian, kadang aku dibuat puyeng juga oleh komentar-komentarnya tentang perilaku para idola yang dia akses dari segala media itu, terutama jika sudah menyangkut hal-hal yang sensitif.

Umpamanya, suatu hari si abege sulungku itu berkata padaku,


” Bu, Pique punya anak ya bu ? kan sama Shakira nya belum nikah ? Messi juga punya anak ya bu, tapi kan dia juga belum nikah ?”


” Ya sudah, kalau kamu suka sama Barca, perhatikan saja permainannya. Nggak usah pedulikan gosip pemainnya “.


” Emang sih, cuma curious aja, belum married kok udah pada punya anak “, kilahnya setengah ngeyel.


” Yaa .. setiap orang kan punya jalan hidup yang berbeda-beda. Rencana hidup mereka juga beda. . Seperti apa rencananya kita kan nggak tahu. Kehidupan mereka yang sebenarnya seperti apa juga, kita kan nggak tahu. Yang penting, kalau menurutmu yang mereka lakukan itu salah, ya sudah jangan diikuti “

” Iya sih Bu, tapi tetep aja, orang kalau mau punya anak kan harus nikah dulu. Memangnya mereka nggak punya agama ya Bu ?


” Hush, ya punya dong ah ! Masa nggak punya sih ? “


” Ya kan itu dilarang agama “, kata anakku keukeuh.


” Hmmhh … Mungkin mereka sebenarnya beragama, cuma kurang taat aja kali …”, jawabku cepat biar dia cepat mengerti. Sebagai reaksinya, dia jadi terdiam sambil mikir kelihatannya.

Obrolan kami tak berhenti sampai disitu saja sebetulnya. Anakku itu terus mengejarku dengan pertanyaan seputar perilaku idola sepak bolanya yang punya anak meski belum menikah. Dan kalau sudah begini, urusannya bisa ribet. Dia suka berdiskusi dengan metoda debat. Mentang-mentang anggota tim debat di sekolahnya. Ya apa boleh buat, mau tidak mau aku layani saja, meski aku sendiri sebenarnya sudah merasa lelah, karena bekerja sampai sore hari.


Meski dia tidak selalu setuju dengan perilaku serba permisif seperti yang kerap ditunjukkan oleh para bintang sepak bola dunia, namun anakku cukup dapat menempatkan porsi perasaan sukanya pada mereka. Kebanyakan yang disukai anakku ya memang sebatas permainan dan wajah ganteng para mega bintang ini.

Punya anak abege alias remaja memang memiliki romantika tersendiri. Kita sebagai orang tua harus siap sedia setiap saat menjadi lawan dan kawan diskusinya. Untuk itu kita harus mengikuti segala yang sedang menjadi trend saat ini. Mulai dari mode, musik, gaya hidup, berita olah raga, dll. Jadi kalau ngobrol nyambung. Kita hanya perlu tahu tentang trend anak muda, tanpa harus terhanyut di dalamnya, karena nggak pantes juga, sebab umur sudah tidak sesuai.  Nanti malah diledekin sok muda, atau enggak dibilang portugal (pasukan orang tua galau) males kan …


Kasihan anak-anak remaja jika tidak didampingi, tidak diperhatikan. Karena secara psikologis mereka sebetulnya belum cukup dewasa, belum cukup memahami seluk beluk kehidupan. Jadi masih harus banyak diajari, diarahkan, dinasehati. Sebab jika tidak mereka akan menyimpulkan sendiri fenomena kehidupan yang baru mereka temukan. Mending kalau menyimpulkannya benar. Kalau keliru, boleh jadi mereka akan terjerumus dalam perilaku yang menyimpang. Kasihan bukan ?


Anakku sebagaimana kebanyakan remaja lainnya, sangat mudah menjadikan seseorang yang menarik perhatian sebagai idolanya. Kadang mereka tak segan-segan untuk mengimitasi perilaku idolanya, atau setidaknya berupaya mengupdate setiap gerak gerik sang idola melalui media massa, internet, atau media sosial.  Seorang remaja yang kritis mungkin akan banyak bertanya jika mereka menemukan perilaku sang idola yang dinilai tak lazim, seperti perilaku para bintang sepak bola tadi. Namun anak remaja yang tidak memiliki kepribadian yang mantap, atau katakanlah kurang memiliki wawasan, akan serta merta meniru perilaku idolanya, tanpa memfilter terlebih dahulu, apakah perilaku sang idola itu pantas untuk ditiru ataukah tidak.


Sampai batas ini aku harus banyak-banyak bersyukur, karena anak-anakku masih menjadikan kami orang tuanya sebagai tempat bertanya dan diskusi mereka yang utama. Meski kadang suka geli juga memperhatikan tingkah laku mereka yang suka berbinar-binar saat menceritakan perihal kegantengan dan ke cool an Ricardo Kaka, umpamanya. Gayanya itu lho, kaya yang kenal saja sama si Kaka.
Yang lebih menggelikan lagi, baru sejam yang lalu mereka memuji si Kaka setinggi langit, di jam berikutnya idolanya sudah lain lagi, jadi si Casillas. halah ..


Apapun, sepanjang yang dilakukan anak-anak remaja kita masih dalam batas kewajaran, aku rasa sebaiknya kita membiarkan saja, karena itu adalah bagian dari pencarian kepribadian mereka yang asli. Mereka sedang berusaha mencari patron. Kalau cocok ditiru, kalau tidak ya sudah dilupakan begitu saja. Sebab memang begitulah dunia remaja, penuh dengan warna dan gejolak. Dunia yang indah dan penuh semangat ya ?


Dan ngomong-ngomong soal pemain sepak bola ganteng, idola aku ya tetap saja Rumenigge, Mario Kempes, yang muda paling  Batistuta. Tapi yang paling ganteng siapa lagi kalau bukan Ajat Sudrajat dan semua pemain Persib tahun 80 an ! he he … Kelihatan banget umurnya ya ? Nggak apa-apalah, Biarin aja, pasrah aja aku mah …. :D
 
Nah, selamat bersahabat dengan anak-anak remaja kita ya teman-teman, semoga selalu seru dan berbahagia !



Salam sayang,

Anni




(semua gambar diambil dari www.wikipedia.com )