Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Monday, February 11, 2013

Kalau Curhat Jangan Ngrepotin!


me-ander.blogspot.com
Kata sahabatku, wajah dengan pipi tembem sepertiku, adalah wajah yang gampang dipercaya (amiin).  Kata temanku, enak ngobrol sama bu anni, karena aman (nggak tau apa maksudnya). Kata anakku, ngobrol sama ibu mah asyik. Kata suamiku, ngobrol sama ibu tuh napsuin   # eh ..

ah sudahlah. Apapun kata orang, mungkin karena profesiku sebagai seorang Ibu guru, banyak orang yang ujug-ujug percaya saja padaku. Teman, tetangga, murid, saudara, bahkan bukan sekali dua kali, orang yang baru aku kenal dan pertama kali ngobrol denganku, tiba-tiba curhat begitu saja, tanpa menyelidiki terlebih dahulu, sebetulnya aku itu siapa, dll.

Bagiku tentu tak masalah jika semua curhat itu bernilai positif, karena seringkali, curhatan itu berisi pengalaman yang sangat berharga yang dapat aku ambil sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati jika menghadapi kasus yang sama, umpamanya. Di sisi lain, aku sih merasa senang dan bangga-bangga saja dapat dipercaya sedemikian rupa. Aku tak pernah menjuluki diriku sebagai “tempat sampah” sebagai mana julukan yang kerap diklaim oleh orang-orang yang menjadi tempat curahan hati. Julukan itu kan menzolimi diri sendiri. Aku lebih suka menyebut diriku ” oasis “, bukankah lebih menyejukkan ? He he ..

Menjadi orang yang dipercaya untuk menyimpan rahasia, boleh dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya ya tinggal buka telinga lebar-lebar, sabar mendengarkan, jangan menyela pembicaraan, tunjukkan ekspressi serius, tunjukkan minat, sesekali tersenyum dan mengangguk agar mereka tahu kalau kita mengerti, beri pendapat, nasihat, atau solusi hanya jika diminta, karena kebanyakan orang yang curhat itu hanya ingin didengarkan saja. Setelah itu tutup mulut, jangan pernah membocorkan rahasia sedikitpun, selesai sudah tugas kita sebagai oasis.  Mudah bukan ?

Ya tentu saja mudah jika isi curhatan itu tak membawa kita masuk dalam pusaran masalah. Akan lain persoalannya jika orang yang curhat itu membuat kita terlibat dalam masalah mareka.  Nah itulah yang disebut ” curhat yang merepotkan “. Aku sendiri pernah mengalaminya. Berikut ini adalah contoh curhat yang merepotkan:


1. Pengakuan bangkrut/ terlilit hutang.
 Biasanya ujung-ujungnya si pencurhat akan meminjam uang kepada kita dalam jumlah yang cukup banyak sambil berurai air mata Bombay. Bagaimana coba menolaknya ? Ribet kan ?


2.  Curhatan Boss tentang istrinya.
 Dulu sewaktu masih di Bandung, aku pernah jadi tempat curhat Boss yang mengeluh soal istrinya. Aku kan jadi bingung. Dia kan sudah tua, masa aku harus menasehati dia ? Nanti dikira ngajarin bebek berenang dong !  Jadi aku memutuskan untuk mendengarkan keluhan Boss sambil bengong, biar dia mengira aku bloon, dan berpikir tak ada gunanya curhat sama aku. Dan ternyata taktikku berhasil. Si Boss ogah curhat lagi sama aku. Dah beres.


3. Pengakuan sudah ML
 Orang yang dengan polosnya curhat bahwa dia sudah ML dengan kekasihnya padahal mereka belum terikat pernikahan, sangat membuatku repot. Antara pengen marah sama pengen tahu ( he he …). Apa coba maksudnya ngaku-ngaku seperti itu. Apa gw harus bilang wow, gitu ? Apa loe pikir loe keren ?
Yang bikin repot tuh, kalau salah satu orang tua menentang hubungan itu untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Apa aku harus bilang sama ortunya kalau mereka sudah ML jadi harus dibiarkan menikah ? Gak mungkin kan ? Ribet dah …

4. Pengakuan Selingkuh.
 Nah, curhatan jenis ini yang paling sering aku dengar dan bikin aku kerepotan. Apalagi kalau pasangan suami istri dan si selingkuhan itu semuanya aku kenal. Keribetannya akan semakin ke level dewa.
Di satu sisi aku harus tutup mulut, di sisi lain aku merasa sebal sama temanku yang selingkuh, dan dipihak lain aku seperti merasa didorong untuk memberi tahu temanku bahwa suami/istrinya selingkuh. Serba salah jadinya. Buka mulut atau tutup mulut sama saja. Sama-sama menempatkanku pada posisi pengkhianat teman. ah nasiip …
Kalau sudah begini, aku suka berkomentar pendek, ” tau ah jadi pusing. Urus aja sendiri urusan kalian, dah pada tua. Pada sadar dong …! Ayo bicarakan masalah kalian baik-baik. Kasihan anak-anak kan ? “.
Nah cukup segitu dulu yang bisa aku ceritakan tentang macam-macam curhat yang merepotkan. Jenis yang lain tentu masih banyak. Melalui tulisan ini aku hanya ingin mengatakan bahwa menjadi tempat curahan hati itu cukup memberi pengalaman yang berwarna-warni dan beraneka rasa.

Saranku, bawa rileks saja, nggak perlu ikut terhanyut dalam curhatan mereka, cukup beri simpati sewajarnya saja. Untuk itu diperlukan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan khusus buat perempuan, tidak sedang PMS, suka emosian soalnya :).
Selanjutnya, jadilah pihak yang netral, karena pada dasarnya kita tidak tahu, bagaimana duduk masalah yang sesungguhnya. Toh semua yang kita dengar itu hanya dari satu pihak saja, jadi informasinya belum tentu 100 persen benar.

Menjadi orang yang dipercaya tentu menjadi prestasi tersendiri, karena kepercayaan itu tak bisa dibeli, namun sebuah ” Gift “.

Oh iya, satu hal lagi, orang yang jadi tempat curhat biasanya jarang curhat lho, bener nggak ?  Setidaknya itu yang aku amati dan aku alami. Aku pernah curhat sekali sama seseorang, dan hanya sekali itu saja, karena aku kapok. Soalnya dia malah jadi suka sama aku. Halah ! Curhatanku ternyata membuat hati orang jadi rusuh, he he …

Sekian tulisan ringan berisi kisah nyataku yang berbau narsisme, semoga kita punya pengalaman yang sama :)
Selamat menjadi orang yang bisa dipercaya ya teman-teman …



Salam sayang,
Anni




Powered by BlackBerry® for puji nurani 4ever