Menulis itu media katarsisku ...

Blog Pribadi Puji Nurani :

Sketsa sederhana tentang hidup yang sederhana ...

Menulis itu Media Katarsisku ....

Aku sangat suka .. sangat suka menulis .....
Aku tak memerlukan waktu khusus untuk menulis ..
Tak perlu menyepi untuk mendapatkan ilham ........
Atau menunggu dengan harap cemas pujian dari orang lain
agar tak jera menulis ......

Ketika aku ingin menulis, aku akan menulis tanpa henti...
tanpa merasa lelah ...
tanpa merasa lapar ...
Namun jika aku tidak menulis,
maka itu artinya aku memang sedang tidak mau menulis...

Kala kumenulis,
Aku alirkan pikiranku melalui ketukan keyboard
ke dalam layar dunia virtual aku berkontemplasi ....
Aku tumpahkan perasaanku ke dalamnya ....
yang sebagiannya adalah jiwaku sendiri ....

Lalu ... aku menemukan duniaku yang indah ...
duniaku yang lugu dan apa adanya ......
duniaku yang sederhana .........
yang aku tak perlu malu berada di dalamnya .....
Karena aku adalah kesederhanaan itu sendiri .....

Aku suka dengan cara Allah menciptakanku ...
alhamdulillah .......

Thursday, May 23, 2013

Terimakasih ya ...




Saya punya kebiasaan yang sebetulnya tergolong kebiasaan iseng, yaitu kebiasaan mengamati perilaku orang-orang di tempat keramaian. Di antrian kasir, di antrian Bank, di pasar, di restoran, pokoknya dimana saja.  Kebiasaan iseng saya itu kadang membawa saya berpikir, merenung dan kemudian berintrospeksi,  jangan-jangan saya punya  perilaku sama saja dengan orang-orang yang sering saya perhatikan itu.  Perilaku apa gerangan yang saya maksudkan ? perilaku itu bernama : Pelit mengucapkan ” Terimakasih “

Mari kita perhatikan orang- orang di sekeliling kita. Kita akan terkejut dengan kenyataan bahwa ternyata cukup banyak orang yang setelah dibantu, diperhatikan, atau dimudahkan oleh orang lain, berlalu begitu saja seolah semua bantuan orang lain itu tak ada harganya sama sekali. Seolah waktu dan tenaga orang lain itu adalah sesuatu yang jamak saja dia peroleh secara cuma-cuma. Saya punya pengalaman tentang ini. Ketika saya mengantri di sebuah swalayan,  kadang saya mempersilahkan seseorang yang berdiri  tepat di belakang saya , yang hanya berbelanja dua atau tiga macam barang, untuk mengambil antrian di depan saya, karena belanjaan saya kebetulan lebih banyak. 

Mendapat perlakuan seperti itu, ada saja orang yang langsung menggeser maju langkahnya, namun hanya memandang saya sekilas , habis itu memasang wajah datar seperti tidak terjadi apa-apa. Jangankan mengucapkan terimakasih, tersenyumpun tidak ! ya ampun, orang macam apa ini ?. Kalau sudah begini, namanya juga manusia, kadang timbul rasa kesal juga di hati saya. Ingin rasanya marah atau menegur orang yang tak tahu diri itu. Tapi sudahlah, nanti level saya sama saja dengan orang itu. Jadi saya memilih untuk bersabar sajalah, biar tambah cantik kan ?  ^__^

Kemudian untuk merintang- rintang waktu saat mengantri, saya perhatikan orang-orang yang berbaris di depan saya,  lalu saya hitung ada berapa orang yang bilang ” Terimakasih ” pada mbak Kasir. Ternyata sodara-sodara ! dari 7 atau 8 orang yang mengantri di depan saya dan di barisan samping saya, yang bilang terimakasih sama mbak kasir  itu hanya saya seorang ! hadehh …negara apa ini ? katanya orang Indonesia punya sifat ramah tamah. Mana buktinya ? bilang terimakasih saja enggan. Apa dikira mbak Kasir itu patung apa ? cobalah, sedikiit saja menghargai orang yang status ekonominya di bawah kita. Mbak Kasir itu, kalau bukan karena butuh, tentu menginginkan pekerjaan yang lebih baik. Jadi petugas kasir kan gajinya tidak seberapa. Ayolah bilang terimakasih atas pelayanannya yang ramah dan cepat, dia pasti akan merasa senang dan terhargai sebagai manusia. Hanya dengan satu kata Terimakasih, akan ternegasikan sekat-sekat status sosial diantara manusia. Diantara customer yang berduit, dengan Mbak Kasir yang kelas pekerja.

Lalu kepada tukang parkir yang memudahkan kendaraan kita menyeberangi arus lalu-lintas yang macet dari segala arah, sudahkah kita mengucapkan terimakasih setelah memberinya uang dua ribu rupiah ? ucapkanlah terimakasih, karena uang senilai dua ribu rupiah yang kita berikan itu, sama sekali tidak setara dengan jasa tukang parkir yang telah membantu kita.

Jangan lupa ucapkan terimakasih juga kepada petugas penjaga pos parkiran, kepada petugas di gerbang tol, kepada pedagang yang telah mengabulkan harga sesuai penawaran kita, kepada petugas foto copy, kepada mbak-mbak teller di Bank, kepada pelayan restoran yang telah bersikap ramah, kepada sopir angkot yang menyupir tidak ugal-ugalan, kepada kondektur bus, kepada satpam yang sudah menyeberangkan kita, kepada tukang angkut sampah di kompleks rumah kita, kepada Pembantu Rumah Tangga yang membantu kita di rumah dan kepada SEMUA orang yang sudah membantu kita.

Terimakasih adalah kata yang sangat manis terdengar di telinga. Tapi sayangnya tak lagi mudah diucapkan, karena zaman yang berlalu  telah turut mengubah hati manusia menjadi sekeras batu. Orang tak lagi mudah mengucapkan terimakasih. Padahal orang yang tahu berterimakasih adalah ciri orang yang memiliki akhlak  mulia, memiliki budi pekerti yang luhur, ciri orang berhati baik, santun, dan tahu menjaga etika.

Mari, ringankanlah lisan kita untuk mengucapkan terimakasih atas bantuan dan kebahagiaan yang telah kita dapatkan. Ajarkan anak-anak kita berterimakasih kepada Ayah- Bunda dan kakak- adik tersayang, kepada Ibu dan bapak guru tersayang, kepada teman-teman dan sahabat terkasih. Ajarkanlah anak-anak tercinta untuk selalu dan selalu mengucapkan terimakasih, agar halus jiwa mereka, agar santun laku mereka

Ayo teman-teman, marilah kita berterimakasih, karena terimakasih akan bermuara pada rasa syukur kita pada Allah atas segala karunia kenikmatan, kemudahan, dan kebahagiaan yang telah Dia berikan kepada kita, melalui orang- orang di sekitar kita.  Ucapkanlah terimakasih, maka kita akan mendapat secercah senyuman sebagai balasannya. Senyuman yang akan sejenak menghapus penat kita, meringankan kesedihan kita. Dan senyuman itu akan bertambah indah, manakala datang dari seseorang yang kita cintai.

Terimakasih teman- teman, atas persahabatannya selama ini :)

Kadang saya benar- benar ingin tahu,dan  ingin berkenalan dengan anda semua yang sudah berkunjung ke Blog saya yang sederhana ini. Teman- teman ada yang datang dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor, Bandung, Semarang, Yogya, Medan, Riau, Bangka -Belitung, Pontianak, dll. Ada juga teman- teman dari Mountain View USA, Colorado USA, dari Jepang, Russia, Latvia, Malaysia, Argentina, Bolivia, dan banyak negara lain di dunia.  Oh Tuhan, siapakah gerangan anda ? mengapa anda semua hanya berkunjung, membaca, lalu meninggalkan saya begitu saja ? apakah tulisan saya meninggalkan kesan bagi anda ? apakah berarti ? ataukah tidak berguna sama sekali ? why are you so silent ? apakah anda tidak ingin berbincang dengan saya ?  sungguh saya sangat menginginkannya.

Please say something, berbicaralah meski sedikit kepada saya. Bukankah  melalui tulisan ini saya sesungguhnya sedang berbincang dengan anda ? Tolonglah teman- temanku sayang, teman- temanku yang budiman, tinggalkanlah komentar barang satu atau dua kalimat. Itu akan sangat berharga bagi saya. Saya tunggu komentarnya di artikel- artikel  saya ya, komentar yang santun dan saling menghargai.


Salam sayang, 

Anni